Daftar Blog Saya

Sabtu, 08 Januari 2011

Ketika Bung Karno Bicara Tentang Pencitraan Dan Demokrasi


Pencitraan tidak perlu dilakukan, karena citra akan terbentuk dengan sendirinya.
Bung Karno berbicara tentang citra :
"Bunga mawar tidak mempropagandakan harum semerbaknya, dengan sendirinya harum semerbaknya itu tersebar di sekelilingnya."

Kalau kita mencari demokrasi hendaknya bukan demokrasi barat, tetapi permusyawaratan yang memberi hdup, yakni politik economische democratie yang mampu mendatangkan kesejahteraan sosial ! Rakyat Indonesia sudah lama bicara tentang hal ini. Apakah yang dimaksud dengan Ratu Adil ? Yang dimaksud dengan faham Ratu Adil ialah social rechtvaardigheid. Rakyat ingin sejahtera. Rakyat yang tadinya merasa dirinya kurang makan kurang pakaian, menciptakan dunia baru yang di dalmnya ada keadilan, di bawah pimpinan Ratu-Adil. (Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945)

Benahilah bangsamu sendiri sebelum engkau membenahi bangsa lain, maksudnya masih banyak rakyat sendiri yang belum mendapat perhatian tetapi tidak perlu membandingkan ke negara lain, sebab negara meraka adalah mereka & kita adalah kita sendiri, dalam hal ini mereka memiliki perbedaan yg sangat mnyolok, tapi kita masih memiliki dasar negara yg tdk dimiliki oleh mrk, jd buat apa studi banding.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar