



Perjuangan Aktivis Pergerakan Tidak Akan Mati Ditinggal Zaman, Tapi Akan Tetap Hidup Selamanya Sampai Rasa Keadilan Ditegakkan!!
oleh: Andreas Kadhafi Muktafian.
Perjuangan seorang aktivis tidak akan mati atau padam maupun surut tertinggal zaman begitu saja tetapi akan tetap hidup sampai turun temurun (Seperti Kata Pepatah: Mati Satu Tumbuh Seribu), kalau perlu sampai akhir hayat, selama rasa keadilan & kebenaran ini belum bisa ditegakkan ditanah air ini serta belum berpihak kepada Hati nurani rakyat kecil.
Selama para pemimpin pemerintahan kita masih mementingkan diri sendiri maupun mengurusi golongannya atau berupaya untuk mencari balik modal dalam pencalonannya duduk dikursi pemerintahan dan berusaha untuk memperkaya diri dengan cara yang tidak sesuai dengan Aspirasi Rakyat atau yang tidak etis, Pancasila & UUD'1945 serta para pejuang bangsa yang berjuang untuk memperoleh kemerdekaan.
Selain itu juga selama Hukum & Keadilan ini belum berpijak kepada rakyat kecil & masih bisa dipermainkan oleh mereka yang punya kuasa, wewenang / Jabatan & masih bisa untuk diperjualbelikan Hukum (Markus), Mafia peradilan masih tetap ada, selama reformasi total dibidang birokrasi & penegakan hukum belum berjalan secara optimal masih terkesan setengah hati untuk menjalankannya.
Belum adanya kesadaran Budaya Malu untuk tidak berkolusi & berkorupsi, terkesan korupsi itu merupakan jalan pintas yang terbaik untuk menjadi kaya & menyampingkan istilah bersakit-sakitlah dahulu bersenang - senang kemudian, tapi yang terjadi malah besenang-senang kemudian tetapi sakitnya belakangan..sudah edan atau tidak waraskah..atau bisa jadi keduanya yang terjadi pada negeri ini..
Masih banyak PR yang harus dijalankan oleh pemerintahan SBY apakah sanggup menjalankannya selama 100 hari lebih pemerintahannya untuk bisa memberantas semua kasus korupsi, Salah satu contoh Kasus Sang Koruptor Kakap Anggoro Widjojo belum ditangkap atau terkesan didiamkan, Kasus skandal Bank Century yang sekarang didengungkan & dipublikasikan kerakyat banyak, serta kalaupun benar pengusutannya akan mulai menyingkap nama yang duduk dipemerintahan yang selama ini terkesan bersih akan kelihatan belangnya, & ini mulai tercermin bahwa pemerintahan SBY Jilid II tidak bersih dari korupsi.
Selain itu juga Hukum banyak terjadi sorotan penyimpangan seperti masih belum adanya keberpihakan kepada rakyat kecil seperti kasus Prita yang digugat Rs. Omni Internasional, juga menimpa pada Agus sang pengechas Handphone, keadilan akan nenek minah, janda pahlawan yang divonis hukum dan masih banyak lagi kasus lainnya yang tidak disebutkan.
Saat ini Kredibiltas Pemerintahan dipertanyakan oleh seluruh Rakyat, & rakyat sudah merasa muak dengan tingkah laku elit pemerintahan yg terkesan lambat, juga masih menjadi tanda tanya & misteri bagi seluruh elemen masyarakat, Akan bertahan sampai Tahun ini atau sampai 2014 hanya mereka yang duduk dipemerintahan yang tau.
Renungan Dari Catatan:
Sampai kecurangan2 masih meraja rela, sampai kebijakan2 tak berpihak kepada rakyat kecil memang kami AKTIVIS slalu ada...!!!
Merdeka...Untuk tegaknya rasa keadilan!!
Sebenarnya para petinggi negeri ini, tidak kalah pintar dengan negara lain.
Hanya cara menggunakan kepintarannya yang sangat jauh berbeda.
Petinggi negara lain kepintarannya digunakan untuk...memakmurkan negaranya, karena dia sudah kaya tadinya...
Sedang petinggi negara kita, kepintarannya digunakan untuk memakmurkan & memperkaya dirinya sendiri, karena negara kita sangat kaya tadinya.






