Daftar Blog Saya

Minggu, 14 Agustus 2011

Perlu Adanya Suatu Konsistensi Dan Komitmen.

Menguji suatu konsistensi dan Komitmen dalam sebuah gerak…
Di suatu ruang yang berbeda oleh logika dan akal sehat…
Kritik kembali hadir oleh adanya suatu kecongakan dan keserakahan…
Dari hembusan kabar angin yang berhembus...

Dan akhirnya dibawa oleh burung yang terbang tidak menentu..
Sehingga menggurita menjadi sebuah asumsi asumsi yang membingungkan..
Tidak mudah untuk melewati gundukan kerikil-kerikil yang tajam…
yang ditebarkan oleh mereka yang tak inginkan suatu perubahan yang lebih baik…

Perbaikan suatu kondisi lingkungan hidup, tak hanya mampu berubah dengan sebuah kampanye..
Maupun oleh siaran pers ataupun pemutaran film…Tetapi oleh..
 
Sebuah hal pergerakan pola pikir dan tindakan yang menjadi dasar…
Sebuah hal yang harus terus bergulir yang pada akhirnya…menjadi lingkar industri  pengolahan otak.

Pola pemikiran dan pengetahuan harus mampu diintervensikan pada pengelola industri pendidikan, hingga mampu menghasilkan generasi yang tercerahkan & berguna bagi Bangsa serta Negara.

Amnesia yang melanda saat ini mengakibatkan kerusakan lingkungan yang kian kerap melanda para pembuat kebijakan keputusan…
Saking bijaknya, maka penghancuran lingkungan hidup di pekarangan rumahpun menjadi hal yang tak penting...

Konsistensi dan komitmen akan terbukti mampu melampaui ujiannya dari sebuah pembuktian nyata di ranah komunitas baik sosial, politik & Hukum...
Bukan hanya pada sebuah statement koran ataupun celotehan mailing list Belaka, tapi sebuah realita yang harus pula diakui & tidak bisa dimungkiri...

Tetapi pada basis yang terkonsolidasi dan tercerahkan, hingga mampu mengorganisir diri...
Tidak mengharapkan pula suatu uluran tangan berikutnya, maupun untuk mampu bergerak dan melakukan perubahan...

Permasalahan kapitalisme pendidikan dan lingkungan hidup bukan pula sekedar harus dijinakkan, tapi juga perlu dinetralisir oleh ruang gerak pola pikir & sudut pandang suatu keputusan...
Diperlukan pondasi untuk membangun sebuah kekuatan alternatif untuk memberangus akumulasi belenggu modal...

Gerakan politik kerakyatan menjadi sebuah jalan yang harus dilalui, tak lagi sekedar menjadi gerakan sosial ataupun spanduk hijau kecil di tepi jalan ataupun hanya slogan semata, sehingga tercipta pada akhirnya keseimbangan antara konsisten & Komitmen.

Sabtu, 13 Agustus 2011

Tetap Perjuangkan Semangat Kejujuran, Kebenaran dan Keadilan

Berpegang teguhlah pada KEJUJURAN dalam hidupmu…

Junjung tinggilah suatu nilai KEBENARAN & KEADILAN dalam berprilaku berNEGARA

Janganlah tertipu oleh suatu KESENANGAN SEMU duniawi yang sementara…

Jangan bersenang - senang diatas PENDERITAAN orang lain…

Tetapi melainkan hidupkanlah SEMANGAT jiwa dan ragamu, berbuatlah sesuai kehendak HATI NURANI RAKYAT…

Lawanlah segala bentuk INTIMIDASI juga REKAYASA atau PEMBODOHAN, dengan cara pola berpikir yang LOGIS & SISTEMATIS, memahami dan mencermati dari semua aspek permasalahan…

Intinya HATI NURANI sudah tidak berpijak lagi…semakin kita banyak belajar…semakin banyak yang kita tahu…Maka semakin banyak pula yang kita tahu…

REKAYASA atau PEMBODOHAN PUBLIK (HOAX / dalam istilah INTELIJEN), Hanya bisa dilawan dengan cara POLA BERPIKIR kita, MEMAHAMInya dan MENCERMATI dari semua sudut permasalahan.

Hasil Perjuangan Reformasi Hilang Ditelan Kepentingan Dan Kekuasaan.

Hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun.. waktu terasa cepat pergi dan berlalu..begitu juga dengan perkembangan zaman.

12 tahun sudah Reformasi bergulir… yang di awal ditandai dengan kejatuhan salah satu Tiran yang pernah berkuasa begitu lama di negeri ini…hampir 32 tahun…akankah akan terulang kembali…kejatuhan penerus sang Tirani.

Euphoria melanda seluruh negeri kala ini… semua sama berharap cemas, hidup akan jauh lebih baik…seperti slogan waktu kampanye Capres & Cawapres…Lanjutkan..Lanjutkan..Lanjutkan…
Tetapi yang dihasilkan…Hanya Ada kesempatan terbuka lebar untuk memperoleh Keuntungan & Memperkaya Diri.. yang selama ini hanya bisa dilakukan oleh kalangan keluarga Tiran itu dan lingkaran kroni-kroninya…sehingga semua ini hanya politik balas jasa…semua itu untuk kepentingan semata…termasuk juga untuk mempertahankan jejak sang Tirani sebelum lengser..

Dahulu Mahasiswa & Aktivis Eksponen 98 yang selalu berperan besar…dalam memperjuangkan Reformasi yang digulirkan… dan menjadi aktor utama dalam kejatuhan sang Tiran…sepertinya juga perjungan mereka sia-sia saja..walau telah banyak jumlah korban berjatuhan dalam memperjuangkan Rasa Kebenaran, Kemanusiaan & Keadilan…sekarang Hasilnya Hanyalah…Semangatnya saja tapi pergerakannya tidaklah sesuai dengan yang terjadi pada 12 tahun silam…

Namun Apa hasil semua ini… tidaklah demikian halnya dengan para pengikut terselubung sang Tiran…Masih tetap Bertahan…bahkan Perlahan tapi pasti para pengikut sang Tiran telah berhimpun kembali.. mereka telah menemukan sosok penjelmaan dari sang Tiran… pada diri seseorang yang jauh lebih pandai membawa diri dan mencitrakan diri sebagai sang Ksatria…serta pintar mengambil hati Rakyat…dengan senyuman & pidatonya terkesan menyentuh hati rakyat…Padahal sebelumnya waktu ketika sang Tiran jatuh…telah turut berganti baju menggunakan baju yang sama dengan yang dipakai Mahasiswa.. mereka berbaur sebagaimana layaknya seekor bunglon.. dengan ikut menyuarakan diri sebagai pendukung dan menjadi bagian dari Reformasi…

Mereka adalah bagian Tentara imitasi berbaju coklat, yang ketika sang Tiran jatuh turut memproklamirkan diri sebagai penjelmaan baru dengan janji-janji perubahan paradigma…janji-janji inilah yang dikenal lugas sebagai bagian dari sipil & pencitraan dari Rakyat…kini telah kembali kepada habitat asalnya…kedok mereka satu persatu mulai terbongkar…karena ketahuan belang…bahkan karena takut ketahuan belangnya…sang Tirani berusaha menutupinya…dengan berbagai REKAYASA, MANIPULASI, PEMUTAR BALIKAN FAKTA & JUGA PENGALIHAN SEMUA KASUS DIMATA PUBLIK…Sungguh Ironis benar kini bahkan bertindak jauh lebih arogan sekaligus lebih memuakkan…

Tidak ada lagi kata “Melindungi dan Melayani” dalam arti dan maksud kata yang sebenarnya.. Makna itu sudah berubah..!!!, bukan lagi Melindungi dan Melayani Masyarakat.. tetapi makna itu telah menjadi “Melindungi (Penguasa)…dan Melayani (para Bandit)…serta Mempertahankan (Kepentingan)…”

Berbekal dana abadi lebih dari 600 Trilyun Rupiah ditambah pemasukan lain-lain lebih dari 6 Triyun Rupiah.. sudah pasti para Bandit itu sanggup membeli apa saja dan siapa saja…sekarang yang ada & Berkuasa serta sanggup bertahan adalah”…Uang..Kekuasaan/Kedudukan..Balas Jasa..Seperti Semboyan..KAPITALIS yang masuk kedalam FAHAM LIBERALISME…Seperti yang ada di negara barat…

Sehingga Akhinya Muncul lah Apa yang berlaku…Yaitu HUKUM RIMBA SIAPA YANG DAPAT DIALAH YANG BERKUASA…

Seperti Makhluk Tiranosaurus sbg sosok sang penguasa & buaya coklat dan buaya coklat kehitaman itupun dengan senang hati melindungi dan melayani mereka… sebagai Antek-Anteknya…Koruptor Kakap yang dalam hal ini dikenal sbg…REPTOR / PREDATOR..Hal inilah yang pertimbangan untuk kepentingan… majikannya sang Ksatria juga merestui…seperti kisah…MAHABARATA…

Mana yang disbut Ksatria… & Bukan seorang Ksatria..?

Jika benar ia dikenal seorang Ksatria…pastilah ia tidak akan berpangku tangan melihat ke-tidak adil-an berlangsung di depan matanya… hanya mata yang buta… dan telinga yang tuli… yang tidak tahu ada rasa ke-tidak adil-an sedang berlangsung dan sedang dipergelarkan di atas panggung terbuka…

Bila benar ia seorang Ksatria, pastilah ia tidak akan tinggal diam melihat rakyatnya yang hidup menderita dalam keterasingan selama lebih dari 32 tahun.. sebagai akibat dari ulah seorang Dorna yang kini memimpin pasukan kuning…

Di bagian lain, begitu cepat pertolongan datang untuk mereka yang memiliki uang simpanan begitu banyak…Sehingga dengan dalih demi menyelamatkan perekonomian…di tolonglah diselamatkannya uang simpanan mereka-mereka yang mungkin pernah berjasa kepadanya…untuk dibagi-bagikan (Korupsi Berjamaah)…

Kesimpulan lainnya tentu saja… ia bukan seorang Ksatria!!…karena ia sangat jauh dari sifat-sifat seorang Ksatria.. lebih tepat bila ia dikatakan seorang Kepala Bandit…Gankster / Mafia…Baik Markus itu sendiri…

Mungkin sang Kepala Bandit saat ini sedang tertawa-tawa di atas singgasana emasnya.. cukup baginya diam menyimak…dan menerima laporan secara diam-diam.. agar terkesan sebagai soko guru yang baik…atau yang lebih tepatnya sebagai Otak Dibalik Layar…shg Dia sendiri yang menentukan alur cerita skenario…

Mudah saja baginya mengatur dan menjalankan semua skenario itu.. dan tercapai tujuannya untuk meruntuhkan lembaga tempat rakyatnya berharap…Sehingga DPR/MPR tidak ada citranya dimata publik/rakyat…serta menggantikan dengan orang-orang yang dipilihnya sendiri…Orang yg dipilih adalah orang yg tdk mengutamakan aspirasi dari rakyat sendiri…sukses besar sedang berjalan, Lembaga yang diharapkan rakyatnya untuk dapat meringkus semua tikus-tikus pengerat uang rakyat yang dititipkan kepada Negara.. sudah berhasil dilumpuhkan dan di impotenkan…hingga tidak mampu lagi berkutik seperti sebelumnya…spt Tong Kosong Bunyinya Nyaring…Meraka Hanya Cari Muka & Simpati Kepada Rakyat…Pantas Alm.Gus Dur menyindir DPR/MPR kita spt Taman Kanak-Kanak…

Sungguh sang kepala Bandit itu berterima kasih kepada Buaya-buaya peliharaannya.. karena telah berhasil meruntuhkan lembaga yang mungkin akan menyulitkan dirinya kelak..Spt: KPK.

Namun rakyat tidak menyerah.. perlahan tapi pasti perlawanan itu bangkit.. dengan simbol pita hitam di tangan.. bergerak dan mungkin sebentar lagi terjadi Revolusi… bukan lagi Reformasi, tetapi Revolusi…

Wasalam

Belajarlah Dari Kepolosan & Kejujuran Seorang Anak.

Suatu ketika saya datang menemui seorang sahabat, yang mempunyai seorang anak yang selalu ingin tahu perkembangan yang terjadi ditanah air, bahkan juga ingin tahu perkembangan politik.
Dengan kepolosannya sang anak dari sahabat saya ini berkomentar kepada saya: ” Om Jujur aja, aku iri banget om sama anak-anak di Negara lain ”

Kemudian Lanjutnya lagi ” Om..sekali lagi Aku iriii … banget! Disana, terutama di Negara-negara maju, kehidupan anak-anak itu tuh lebih terjamin daripada di Indonesia “
” Bahkan untuk Pendidikan, kesehatan, perlindungan, semua mereka dapatkan. Tapi apa yang terjadi di negeri ini?”

” Kenapa ya Om banyak banget anak-anak yang nggak sekolah gara-gara nggak sanggup bayarnyakan? Terus juga banyak anak-anak yang kurang gizi, Banyak juga anak-anak yang mengalami kekerasan, ntah itu kekerasan fisik, mental, maupun seksual. Kita sebagai anak yang beruntung sih emang nggak ngerasain yang kayak begituan, tapi liat mereka-mereka diluar sana saja, masih banyak tuh yang kehidupannya nggak terjamin. Bayangin aja Om kalau kita jadi mereka :(”.

“ Om aku ini yang beruntung-beruntung ini kebanyakan bukannya bersyukur, tapi malah sombong“

” Apalagi Om dengan anak yang harta orang tuanya yang melimpah, ada yang suka minum-minum, seks bebas, dll. Huff ..ngga ada manfaatnya :( , tapi aku selalu berpikir Om kenapa mereka yang telah dewasa selalu tidak memberikan contoh yang baik?“

Jadi sebenarnya mau diarahkan kemana negeri ini Om? Inikah yang namanya negeri yang sopan-santun itu Om? Inikah negeri yang berbudaya itukah Om?

Mendengar hal ini Saya Hanya bisa ter DIAM & tertegun KAGUM akan KEPOLOSAN & KEJUJURAN akan keingin tahuan Anak Ini.

kemudian sang anak tersebut bertanya kembali; “Buat apa orang-orang di gedung “Belah Tengah” itu dibayar untuk mendiskusikan dan merumuskan undang-undang kalau ternyata hasilnya nggak sebanding sama gaji mereka Om??”

Bahkan orang-orang cerdas Indonesia sudah mulai meninggalkan negeri ini. Contohnya aja salah satu aku om, aku yang dapat beasiswa sekolah di jepang, waktu ada tawaran untuk kerja di Indonesia, Om aku dan sembilan teman aku menolaknya. Mereka memilih meneruskan sekolah disana, atau bahkan kerja dan menjadi warga jepang. Alasannya simpel aja om, disana hidup lebih terjamin Om tidak seperti dinegeri sendiri!

Memang sih, sebagai anak bangsa yang cinta Indonesia, nggak pantes banget sebenernya untuk meninggalkan negeri ini. Emm.. kita memang cinta Indonesia, tapi apa Indonesia cinta kita?

Emm .. jujur aku nggak bisa berbuat banyak buat negeri ini. Mungkin aku Cuma bisa belajar, belajar, dan belajar. Walaupun aku Cuma anak SMA yang nggak penting dan sudah menuh-menuhin pulau jawa, tapi aku punya keinginan untuk memajukan negeri ini.. aku Cuma mau bilang sesuatu aja buat orang-orang yang sok sibuk di gedung itu, yang konon kalau rapat tentang rakyat malah tidur ;)

” Emm.. Sadarlah kalian para tuan-tuan.. Turunlah sebelum adzab datang (Bagi yang tidak melaksanakan tugas dengan baik). Serahkan aja urusan kalian pada yang lebih muda. Sudah saatnya kalian menikmati masa tua dirumah saja :mr green: Di Negeri ini banyak yang lebih muda dan cerdas daripada kalian semua kok. Banyak juga yang lebih berhati mulia daripada kalian disana. Banyak muda-mudi yang siap memperjuangkan nasib negeri ini. Bukankah Indonesia merdeka atas desakan para pemuda? Bukankah para pemuda yang mendesak reformasi di negeri ini? …“

Demikian ungkapan kata dari Anak Sang Sahabat saya, mestinya kita sendiri yang sudah dewasa dan punya wawasan luas harusnya malu dengan kepolosan dan kejujuran sang anak ini, yang melihat kondisi bangsa saat ini makin lama makin memprihatinkan ini, bahkan saya pun tidak bisa menjawab semua pertanyaan sang Anak tersebut, paling saya hanya memberi nasehat kepadanya adalah:

” Kalau kamu mau maju & pintar maka jadilah seperti diri kamu sendiri dan jangan pernah menjadi diri orang lain, banyaklah belajar dan jangan pernah takut gagal, selalu optimis dan yang utama lagi adalah kamu harus jujur, walau pintar tapi tidak jujur ya percuma saja dan sama saja kamu dengan Om..Om yang duduk diGedung MPR, itu saja nasehat yang Om berikan buat kamu, semoga kamu menjadi penerus Om yang Jujur dan mau mementingkan bangsa & negara “