Daftar Blog Saya

Sabtu, 13 Agustus 2011

Hasil Perjuangan Reformasi Hilang Ditelan Kepentingan Dan Kekuasaan.

Hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun.. waktu terasa cepat pergi dan berlalu..begitu juga dengan perkembangan zaman.

12 tahun sudah Reformasi bergulir… yang di awal ditandai dengan kejatuhan salah satu Tiran yang pernah berkuasa begitu lama di negeri ini…hampir 32 tahun…akankah akan terulang kembali…kejatuhan penerus sang Tirani.

Euphoria melanda seluruh negeri kala ini… semua sama berharap cemas, hidup akan jauh lebih baik…seperti slogan waktu kampanye Capres & Cawapres…Lanjutkan..Lanjutkan..Lanjutkan…
Tetapi yang dihasilkan…Hanya Ada kesempatan terbuka lebar untuk memperoleh Keuntungan & Memperkaya Diri.. yang selama ini hanya bisa dilakukan oleh kalangan keluarga Tiran itu dan lingkaran kroni-kroninya…sehingga semua ini hanya politik balas jasa…semua itu untuk kepentingan semata…termasuk juga untuk mempertahankan jejak sang Tirani sebelum lengser..

Dahulu Mahasiswa & Aktivis Eksponen 98 yang selalu berperan besar…dalam memperjuangkan Reformasi yang digulirkan… dan menjadi aktor utama dalam kejatuhan sang Tiran…sepertinya juga perjungan mereka sia-sia saja..walau telah banyak jumlah korban berjatuhan dalam memperjuangkan Rasa Kebenaran, Kemanusiaan & Keadilan…sekarang Hasilnya Hanyalah…Semangatnya saja tapi pergerakannya tidaklah sesuai dengan yang terjadi pada 12 tahun silam…

Namun Apa hasil semua ini… tidaklah demikian halnya dengan para pengikut terselubung sang Tiran…Masih tetap Bertahan…bahkan Perlahan tapi pasti para pengikut sang Tiran telah berhimpun kembali.. mereka telah menemukan sosok penjelmaan dari sang Tiran… pada diri seseorang yang jauh lebih pandai membawa diri dan mencitrakan diri sebagai sang Ksatria…serta pintar mengambil hati Rakyat…dengan senyuman & pidatonya terkesan menyentuh hati rakyat…Padahal sebelumnya waktu ketika sang Tiran jatuh…telah turut berganti baju menggunakan baju yang sama dengan yang dipakai Mahasiswa.. mereka berbaur sebagaimana layaknya seekor bunglon.. dengan ikut menyuarakan diri sebagai pendukung dan menjadi bagian dari Reformasi…

Mereka adalah bagian Tentara imitasi berbaju coklat, yang ketika sang Tiran jatuh turut memproklamirkan diri sebagai penjelmaan baru dengan janji-janji perubahan paradigma…janji-janji inilah yang dikenal lugas sebagai bagian dari sipil & pencitraan dari Rakyat…kini telah kembali kepada habitat asalnya…kedok mereka satu persatu mulai terbongkar…karena ketahuan belang…bahkan karena takut ketahuan belangnya…sang Tirani berusaha menutupinya…dengan berbagai REKAYASA, MANIPULASI, PEMUTAR BALIKAN FAKTA & JUGA PENGALIHAN SEMUA KASUS DIMATA PUBLIK…Sungguh Ironis benar kini bahkan bertindak jauh lebih arogan sekaligus lebih memuakkan…

Tidak ada lagi kata “Melindungi dan Melayani” dalam arti dan maksud kata yang sebenarnya.. Makna itu sudah berubah..!!!, bukan lagi Melindungi dan Melayani Masyarakat.. tetapi makna itu telah menjadi “Melindungi (Penguasa)…dan Melayani (para Bandit)…serta Mempertahankan (Kepentingan)…”

Berbekal dana abadi lebih dari 600 Trilyun Rupiah ditambah pemasukan lain-lain lebih dari 6 Triyun Rupiah.. sudah pasti para Bandit itu sanggup membeli apa saja dan siapa saja…sekarang yang ada & Berkuasa serta sanggup bertahan adalah”…Uang..Kekuasaan/Kedudukan..Balas Jasa..Seperti Semboyan..KAPITALIS yang masuk kedalam FAHAM LIBERALISME…Seperti yang ada di negara barat…

Sehingga Akhinya Muncul lah Apa yang berlaku…Yaitu HUKUM RIMBA SIAPA YANG DAPAT DIALAH YANG BERKUASA…

Seperti Makhluk Tiranosaurus sbg sosok sang penguasa & buaya coklat dan buaya coklat kehitaman itupun dengan senang hati melindungi dan melayani mereka… sebagai Antek-Anteknya…Koruptor Kakap yang dalam hal ini dikenal sbg…REPTOR / PREDATOR..Hal inilah yang pertimbangan untuk kepentingan… majikannya sang Ksatria juga merestui…seperti kisah…MAHABARATA…

Mana yang disbut Ksatria… & Bukan seorang Ksatria..?

Jika benar ia dikenal seorang Ksatria…pastilah ia tidak akan berpangku tangan melihat ke-tidak adil-an berlangsung di depan matanya… hanya mata yang buta… dan telinga yang tuli… yang tidak tahu ada rasa ke-tidak adil-an sedang berlangsung dan sedang dipergelarkan di atas panggung terbuka…

Bila benar ia seorang Ksatria, pastilah ia tidak akan tinggal diam melihat rakyatnya yang hidup menderita dalam keterasingan selama lebih dari 32 tahun.. sebagai akibat dari ulah seorang Dorna yang kini memimpin pasukan kuning…

Di bagian lain, begitu cepat pertolongan datang untuk mereka yang memiliki uang simpanan begitu banyak…Sehingga dengan dalih demi menyelamatkan perekonomian…di tolonglah diselamatkannya uang simpanan mereka-mereka yang mungkin pernah berjasa kepadanya…untuk dibagi-bagikan (Korupsi Berjamaah)…

Kesimpulan lainnya tentu saja… ia bukan seorang Ksatria!!…karena ia sangat jauh dari sifat-sifat seorang Ksatria.. lebih tepat bila ia dikatakan seorang Kepala Bandit…Gankster / Mafia…Baik Markus itu sendiri…

Mungkin sang Kepala Bandit saat ini sedang tertawa-tawa di atas singgasana emasnya.. cukup baginya diam menyimak…dan menerima laporan secara diam-diam.. agar terkesan sebagai soko guru yang baik…atau yang lebih tepatnya sebagai Otak Dibalik Layar…shg Dia sendiri yang menentukan alur cerita skenario…

Mudah saja baginya mengatur dan menjalankan semua skenario itu.. dan tercapai tujuannya untuk meruntuhkan lembaga tempat rakyatnya berharap…Sehingga DPR/MPR tidak ada citranya dimata publik/rakyat…serta menggantikan dengan orang-orang yang dipilihnya sendiri…Orang yg dipilih adalah orang yg tdk mengutamakan aspirasi dari rakyat sendiri…sukses besar sedang berjalan, Lembaga yang diharapkan rakyatnya untuk dapat meringkus semua tikus-tikus pengerat uang rakyat yang dititipkan kepada Negara.. sudah berhasil dilumpuhkan dan di impotenkan…hingga tidak mampu lagi berkutik seperti sebelumnya…spt Tong Kosong Bunyinya Nyaring…Meraka Hanya Cari Muka & Simpati Kepada Rakyat…Pantas Alm.Gus Dur menyindir DPR/MPR kita spt Taman Kanak-Kanak…

Sungguh sang kepala Bandit itu berterima kasih kepada Buaya-buaya peliharaannya.. karena telah berhasil meruntuhkan lembaga yang mungkin akan menyulitkan dirinya kelak..Spt: KPK.

Namun rakyat tidak menyerah.. perlahan tapi pasti perlawanan itu bangkit.. dengan simbol pita hitam di tangan.. bergerak dan mungkin sebentar lagi terjadi Revolusi… bukan lagi Reformasi, tetapi Revolusi…

Wasalam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar