


PUISI BAGI PENGUASA PELINDUNG KORUPTOR
oleh: Andreas Kadhafi Muktafian.
Wahai sang penguasa, pejabat dan wakil rakyat yang terhormat
Tidakkah hatimu ..... pilu bila melihat fondasi bangunan rumahmu yaitu negaramu hancur .....
Tidakkah hatimu ..... pilu bila melihat kekayaan negara ini, Dikorupsi secara beramai-ramai hanya untuk keuntungan pribadi & Golongannya .....
Tidakkah hatimu ..... pilu bila penegak hukummu, semakin hari lebih memilih hanya mementingkan ketebalan dompet sendiri, daripada jiwa melayani aspirasi bagi masyarakat dan bangsanya sendiri .....
Tidakkah hatimu ..... pilu bila tidak ada aparat, yang berani berkorban untuk mengatasi permasalahan di masyarakat, tetapi malah membuat permasalahan sebagai komoditas yang mampu diperdagangkan di bawah meja hijau .....
Tidakkah hatimu ..... pilu bila dana, yang dipakai untuk pendidikan bangsa, dan negara khususnya bagi rakyat miskin dikorupsi secara berjamaah .....
Tidakkah hatimu ..... pilu bila dana, yang dipakai untuk kesehatan masyarakat di nusantara, khususnya bagi rakyat miskin disunat secara massal dari atas sampai ke bawah .....
Tidakkah hatimu ..... pilu bila dana pembangunan bangsa, dan negara khususnya bagi rakyat miskin dimakan oleh koruptor baik yang kelas kakap maupun kelas teri .....
Mengapa yang kau cemaskan hanya kursimu yang empuk, kasurmu yang tebal, egoisme hatimu yang senantiasa seperti serigala mencari mangsa, dan pikiran yang serasa ingin selalu menguasai dunia ..... ditaroh dimana pikiran akal sehatnya .....
Wahai penguasa, pejabat dan wakil rakyat yang terhormat Masih banyak jutaan, bahkan puluhan juta dan maupun mungkin ratusan juta rakyat miskin di negeri ini .....
Mungkin mereka semua bisa kau tipu dengan suara dan janji - janji manis yang bisa dikarang indah maupun kau bisa alihkan semua kasus .....
Tetapi hati nurani para pahlawan bangsa yang sudah berjuang dengan darah dan keringat sejak bangsa ini selalu dijajah .....
Tidak akan pernah bisa kau tipu .....
Mereka sedang menangis darah melihat masa depan bangsa ini, pelan-pelan hilang oleh nafsu dan hasrat kekuasaan di atas segala-galanya Oh, bangsa Indonesia ..... sungguh sangat ironis dan tragisnya .....
Sungguh malang nasibmu mempunyai pemimpin - pemimpin yang tidak layak menjadi pemimpin ..... mana rasa loyalitas yang tinggi ..... mana rasa menjungjung tinggi kedaulatan dan martabat bangsa & negara ini .....
Apakah mulai dirasakan bangsa ini menuju pada kehancuran, akibat pemimpin bangsanya sendiri, yang kurang sigap, tegas, jujur dan adil....
Catatan Masukan dari Teman:
Alangkah lucunya negeri ini...salah satu judul film bung Dedy Mizwar ; sekelompok anak pencopet pd saat Dididik u/ kembali ke jln yg benar, berteriak lantang 'hidup koruptor'.
Wajar saja ada yg melindungi, lha wong dibayar mahal dari hasil korupsinya itu...oo alah...hancur tenan rek...!!!
Korupsi mungkin dapat diartikan = konon rupa seluruh indonesia atau yang lebih parah lagi ialah komando rusakkan persatuan seluruh indonesia . kalau dulu coruption diartikan oleh Bung Karno Pencoleng (kakaknya pencuri), weleh, weleh,...pening rasanya kepala ini...
Kita tidak akan bisa dan pernah berantas korupsi,atapun Narkoba kecuali sanksi dalam undang2 nya di rubah dengan hukuman minimal 25 tahun dan dibuang ke Nusakambangan, serta jangan pernah diberikan remisi atau keringanan hukuman.
Selain itu hartanya juga ikut disita untuk negara...biar modar disana...sanksi harus tegas dan menjadi takut bagi yang akan berbuat korup!!!!
Bereskan dulu Undang - Undang nya...agar ada perubahan sanksi minimal 25 tahun dan di nusakambangan atau hanya satu saja hukuman mati...atau seumur hidup,tanpa itu... ya hakimnya banyak MARKUS...Aparat Birokrasi harus yang benar tegas, jujur & adil...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar