Fakta terbukti bahwa kebenaran dan keadilan selalu dikalahkan oleh mereka yang menginginkan kebatilan, serta kejujuran dan keadilan, serta kebenaran selalu dijadikan korban oleh adanya kepentingan, kekuasaan, Uang maupun kehormatan dan Pangkat, akibatnya keadilan dan kemanusiaan tidak berlaku, itulah yang terjadi pada Bangsa Indonesia. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai hasil perjuangan para pahlawan dan bangsa yang mau memahami perkembangan yang terjdai pada rakyat.
Daftar Blog Saya
Minggu, 24 April 2011
Masyarakat Tidak Percaya SBY Serius Perangi Korupsi
JAKARTA--MICOM: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendapatkan hasil positif untuk isu-isu normatif, namun jelek untuk isu-isu riil yang menjadi sorotan publik.
Hal itu diungkapkan oleh Abdul Malik Gismar, dosen Paramadina Graduate School saat menganalisis hasil survei yang dilakukan oleh Institute for Strategic and Public Policy Research (Inspire) di Jakarta, Minggu (24/4). Survei dilakukan dengan metode multi stage random terhadap 1.500 responden di 15 kota besar di Indonesia. Setiap kota diwakili oleh 100 responden.
"Di mata masyarakat, Presiden SBY bagus untuk isu-isu tertentu, tapi tidak untuk isu-isu yang riil seperti rekening gendut dan lainnya. Ada apa ini?" ujar ahli psikologi sosial politik lulusan New York, Amerika Serikat tersebut.
Ia merujuk hasil survei yang dilakukan atas beberapa isu yang diusung dalam 9 kebohongan yang beberapa waktu lalu dilontarkan tokoh lintas agama. Hasil survei terhadap isu seperti kebebasan dan toleransi beragama serta kebebasan pers yang dijunjung oleh Presiden SBY, berhasil meyakinkan masyarakat dengan angka survei 68,5 dan 67,5 persen.
Namun Abdul mempertanyakan hasil survei terhadap isu riil seperti perlindungan terhadap TKI, transparansi kasus Sri Mulyani, serta memerangi korupsi yang justru berbanding terbalik dengan isu normatif. Dalam survei tersebut masyarakat mengatakan tidak percaya dengan upaya yang dilakukan Presiden SBY atas ketiga kasus tersebut. Untuk perlindungan terhadap TKI, tingkat ketidakpercayaan responden mencapai 64,8 persen. Sementara 54,1 persen responden memilih tidak percaya atas transparasi SBY dalam kasus Sri Mulyani.
Sedangkan untuk pertanyaaan apakah SBY telah memerangi korupsi sungguh-sungguh, 56,9 persen responden yang mengatakan tidak percaya. (*/OL-8)
SBY LEBIH BAIK MUNDUR BIAR SELAMAT & KALAU DI LANJUTKAN AKAN SEMAKIN PARAH KEBOBROKAN DAN AKAN SEMAKIN BANYAK KASUS HUKUM DI REPUBLIK INI DI PETI ES KAN, SPT KASUS SKANDAL BANK CENTURY, MAFIA PAJAK & MAFIA PERADILAN.
Slogan SBY untuk menciptakan Good Goverment dari prilaku korupsi para pejabat pusat sampai daerah, sampai saat ini tiada bukti, malah semakin marak dan lebih berani. Para koruptor di Negeri ini sudah dilakukan dengan rapi dan terorganisir, mereka sangat kuat seperti Mafia2 Internasional, Mereka punya jaringan seperti di Kepolisian, kejaksaan, kehakiman, dan perbankkan, Karena terlalu kuatnya jaringan koruptor, maka SBY lebih santun lebih baik mundur secara teratur, agar jabatan SBY lebih aman.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar